Sunday, 27 October 2013

Cara Mengatasi Suara Pada CVT Yamaha Mio



Apabila jarak tempuh motor Yamaha Mio Anda termasuk dalam katagori tinggi (15000 - 20000 Kilo Meter), dan muncul suara atau bunyi berdecit seperti tikus di bagian bawah motor matic Yamaha Mio Anda, maka bisa jadi telah tiba saatnya untuk membersihkan atau mengganti vanbelt atau V-belt Mio Anda
Seperti yang banyak diulas di berbagai blog, Bisa dibilang Mio merupakan bintangnya motor matik di Indonesia. Bagaimana tidak sejak peluncurannya hingga saat ini, penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan Yamaha. Kehadirannya bahkan membuat sang kakak alias Nouvo menjadi kalah populer. Lucunya, meski diperuntukkan untuk kaum hawa, Mio terbukti laris manis dibeli para pejantan tangguh. Kalau mau jujur, Mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matik oke-oke saja digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Kalaupun ada yang kurang dari sosok Mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut, sehingga membuatnya harus sering mampir ke pompa bensin. Kapasitas tangki Mio menurut buku manual ''cuma'' 3,7 liter — sama dengan bebek Honda. Masalahnya, motor matik cenderung boros karena membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak — lebih tinggi dari motor bebek dan motor sport. Selain itu, penyakit bawaan Mio adalah bunyi tikus di sektor roda belakang.

Dari sisi mesin, Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru. Mio dikemas Yamaha dengan harga yang relatif terjangkau — masih di bawah bebek. Dilempar dengan dua varian pada umumnya: spoke wheel dan CW. Berhubung Mio memang si pelopor, wajar bila aksesori dan spare parts-nya bejibun di pasaran. Termasuk racing parts dan pola modifikasi yang bisa diterapkan konsumen pada Mio kesayangannya. Apalagi Yamaha pun membuka kontes modifikasi yang bikin Mio tambah banyak variasi modifikasinya. Dari sisi bengkel, mekanik Yamaha sudah duluan mengenal teknologi CVT sehingga tak perlu khawatir motor ini tidak bisa ''diurus'' oleh bengkel.

Suara tikus itu sendiri berasal dari sektor roda belakang atau di sistem transmisi otomatis (CVT) Mio. Caranya untuk mengatasi nya cukup mudah, apabila kotor, maka mintalah bengkel untuk membersihkan lalu mengoleskan sedikit gemuk pada V-Belt. Jika vanbelt sudah aus, maka sudah harus diganti. Harga V-Belt original Mio sendiri berkisar di antara harga 60.000,- sampai dengan 70.000,- per pieces nya.

Wednesday, 2 October 2013

Perawatan CVT







Ketika berbicara soal motor matic, pasti kenal istilah CVT (Continoustly Variable Transmission). Apa itu CVT? CVT merupakan salah komponen paling penting matic, alat penggerak pada sepeda motor matic dan yang membantu matic untuk dapat berjalan.
CVT matic perlu untuk dicek rutin. Jika lupa atau telat mengeceknya, maka akibatnya motor matic akan melaju dengan sangat lambat dan diikuti dengan suara berisik di dalam CVT nya. Agar mendapatkan tenaga motor matic berjalan dengan sempurna, perlu perawatan yang ekstra. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap CVT matic kita. Berikut beberapa tips untuk perawatan CVT matic.
  1. Bersihkan ruang transmisi dengan cara berkala tiap 4000 km. Gimana caranya? Caranya buka baut cover CVT, kemudian lepas selang udara dan lepas belt penggerak dengan membuka mur crankshaft terlebih dahulu. Cek semua bagiannya, jang lupa cek juga fungsi belt apakah masih layak pakai atau tidak. Pastikan ukuran tidak kurang dari 20 mm. Apabila lebih maka harus di ganti. Sering-seringlah memberikan cairan belt agar kualitas V-Belt tetap terjaga.
  2. Cek Roller. Pastikan ketebalan roller tidak kurang dari 17,5 mm. Apabila kurang, maka ganti dengan 1 set.
  3. Pada saat menempuh jarak 8.000 km, maka gantilah oli girbok dengan oli tranmisi khusus. Disarankan tiap service V-Belt pada km 10.000 dan menggantinya pada km 25.000.
  4. Bersihkan Filter udara pada CVT paling tidak 3 bulan sekali.
  5. Jangan biarkan boks CVT menjadi terbuka atau saluran pendingin tertutup rapat, supaya komponen CVT tetap bersih dan pendinginnya tetep berjalan dengan lancar.

Demikian tips untuk merawat CVT untuk pengguna motor matic. Semoga dapat bermaanfaat untuk menjaga kualitas dan fungsi CVT agar tetap tahan lama.

Cara Merawat Motor Matic

Cara merawat motor matic memang mutlak dibutuhkan agar motor selalu tampil prima di setiap kondisi dan keadaan. Apalagi jika motor merupakan kendaraan yang Anda gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tentu saja motor yang prima akan membantu dan menunjang segala pekerjaan yang Anda lakukan.
untuk saat ini motor matik lagi naik daun. Terbukti dengan banyak produsen sepeda motor berlomba-lomba meluncurkan produknya ke pasaran. Dengan model yang stylish dan fitur-fitur yang terbilang inovatif. Kini takhanya kamu perempuan saja yang menunggangi motor matik, laki-laki pun taksedikit menjadikan motor matik sebagai tunggangan untuk keperluan berkendaraannya.
Seiring berjalannya waktu, kini populasi pengguna motor matik semakin mendominasi menyaingi motor bebek nirmatik. Untuk menjaga penampilan tentunya motor matik perlu perawatan. Berikut ini beberapa cara merawat motor matic agar selalu tampil prima.
  • Sebelum bepergian, disarankan untuk memanaskan motor matik selama 1 hingga 5 menit.
  • Saat mengendarainya, pengendara jangan terlampu sering mengubah kecepatan laju motor matik, asalnya cepat tiba-tiba mengerem atau sebaliknya. Sebab cara ekstrim seperti ini bisa mempercepat usia mesin.
  • Perhatikanlah kondisi tanki bensin, jangan seringkali membiarkan kondisi isi bensin dengan keadaan empty alias kosong. Isilah benssin secara berkala dan takperlu menunggu bensin hingga jarum menunjuk arah huruf E atau Empty.
  • Gantilah oli transmisi sepeda motor dan mesin secara berkala. Untuk oli transmisi, maksimal setiap 5 ribu km. Sedangkan untuk oli mesin, gantilah setiap seribu km.
  • Cek kondisi busi dan aki dengan teratur. Sebab, dengan adanya kedua perangkat tersebut motor matik mampu bertenaga dan melaju dengan kencang. Bila diketahui sudah shock, gantilah dengan yang baru dan orisinal di bengkel resmi atau langganan pembaca.
  • Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah memeriksa secara rutin kondisi vent belt dan roller. Bila sudah taklayak gantilah dengan yang baru dan orisinal.
  • Perhatikan dengan seksama ruang transmisi, karena di ruangan transmisi terdapat sejumlah komponen yang rentan terhadap kotoran. Maka lakukanlah pembersihan secara berkala setiap 4 ribu km sekali.
  • Mengingat sepeda motor matik -pada umumnya- menggunakan single shockbreaker- gantilah oli shockbreaker maksimal setiap 10 ribu km.
Motor matic merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan karena desain motor yang mungil sehingga dapat menerobos kesana kemari. Apakah Anda berminat dengan motor matic? Semoga cara merawat motor matic diatas bermanfaat.